Peran Casino dalam Pariwisata Kamboja. Casino telah menjadi salah satu pilar penting dalam industri pariwisata Kamboja selama dua dekade terakhir. Meski warga lokal dilarang masuk, casino-casino di negara ini berhasil menarik jutaan wisatawan asing setiap tahun, terutama dari Thailand, Vietnam, dan China. Kawasan perbatasan seperti Poipet dan Bavet serta kota pesisir Sihanoukville menjadi tujuan utama yang menggabungkan perjudian dengan akomodasi, makan malam, dan hiburan malam. Di awal 2026, peran casino dalam pariwisata Kamboja tetap signifikan meski sempat terpukul pandemi dan regulasi lebih ketat. Casino tidak hanya menyumbang devisa besar melalui pajak dan pengeluaran wisatawan, tapi juga mendorong pembangunan infrastruktur dan lapangan kerja di daerah-daerah terpencil. Peran ini sering kontroversial karena dampak sosial, namun secara ekonomi, casino tetap menjadi penggerak pariwisata yang sulit digantikan. BERITA OLAHRAGA
Kontribusi Ekonomi dan Devisa Pariwisata: Peran Casino dalam Pariwisata Kamboja
Casino menyumbang porsi besar dari pendapatan pariwisata Kamboja, terutama dari wisatawan regional yang datang khusus untuk berjudi. Di kawasan perbatasan, casino menjadi alasan utama kunjungan satu hari atau akhir pekan dari negara tetangga. Pajak dari gross gaming revenue, royalti tahunan, serta biaya lisensi memberikan kontribusi langsung ke kas negara. Selain itu, pengeluaran wisatawan tidak berhenti di meja permainan—mereka juga membelanjakan untuk hotel, restoran, transportasi, dan belanja. Di Poipet dan Bavet, casino sering terintegrasi dengan kompleks hiburan yang mencakup pusat belanja dan spa, sehingga satu kunjungan menghasilkan pengeluaran multi-sektor. Di Sihanoukville, meski skalanya mengecil pasca-regulasi, casino yang tersisa tetap menarik wisatawan yang menggabungkan judi dengan liburan pantai. Secara keseluruhan, casino membantu meningkatkan devisa pariwisata Kamboja, terutama di masa ketika sektor lain seperti Angkor Wat masih bergantung pada turis internasional yang pulih lambat.
Dampak pada Pembangunan Infrastruktur dan Lapangan Kerja: Peran Casino dalam Pariwisata Kamboja
Keberadaan casino telah mendorong pembangunan infrastruktur di daerah yang sebelumnya kurang berkembang. Di Poipet, jalan tol dan jembatan perbatasan dibangun lebih cepat karena lalu lintas wisatawan yang tinggi. Bavet mendapat manfaat dari peningkatan akses darat dari Vietnam, sementara Sihanoukville pernah mengalami ledakan gedung tinggi, bandara, dan pelabuhan yang didanai investasi terkait casino. Meski banyak proyek mangkrak setelah pandemi, infrastruktur yang sudah jadi tetap mendukung pariwisata umum. Dari sisi tenaga kerja, casino menciptakan ribuan lapangan kerja langsung—dealer, kasir, keamanan, housekeeping, hingga manajemen hotel. Banyak pekerja berasal dari provinsi sekitar, membantu mengurangi pengangguran lokal dan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Industri pendukung seperti restoran, transportasi, dan jasa juga tumbuh karena permintaan dari wisatawan casino. Peran ini sangat terasa di kawasan perbatasan yang sebelumnya bergantung pada pertanian subsisten.
Tantangan Sosial dan Penyesuaian Regulasi
Meski memberikan manfaat ekonomi, peran casino dalam pariwisata Kamboja tidak lepas dari kontroversi. Larangan bagi warga lokal sering dilanggar, memicu masalah kecanduan dan utang di kalangan masyarakat sekitar casino. Isu pencucian uang dan kejahatan terorganisir juga pernah marak, terutama di masa ledakan Sihanoukville. Pemerintah merespons dengan regulasi lebih ketat sejak 2020: pembatasan lisensi baru, pengawasan identitas lebih ketat, dan penutupan operasi ilegal. Kebijakan ini membuat industri lebih terkendali, tapi juga mengurangi jumlah casino aktif. Kini, fokus bergeser ke pariwisata berkelanjutan—mengintegrasikan casino dengan atraksi lain seperti pantai, budaya, dan ekowisata agar tidak bergantung sepenuhnya pada judi. Tantangan ini memaksa casino beradaptasi: lebih menekankan kualitas layanan, keamanan, dan paket liburan lengkap daripada sekadar meja permainan.
Kesimpulan
Casino memainkan peran krusial dalam pariwisata Kamboja sebagai penggerak devisa, pembangunan infrastruktur, dan pencipta lapangan kerja di daerah perbatasan serta kawasan wisata. Meski kontroversial karena dampak sosial dan regulasi yang semakin ketat, casino tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan regional yang mencari hiburan cepat dan terjangkau. Di 2026, industri ini sedang dalam fase penyesuaian—dari pertumbuhan liar menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi dengan pariwisata umum. Peran casino kemungkinan akan terus ada, tapi dengan keseimbangan yang lebih baik antara manfaat ekonomi dan perlindungan masyarakat. Bagi Kamboja, casino bukan sekadar hiburan—ia adalah bagian dari strategi pariwisata yang membantu negara ini bersaing di kawasan Asia Tenggara.